Apakah kamu pernah mempunyai seseorang
yang amat berperan dalam hidupmu?
Maksudku bukan orang tua, keluarga
ataupun teman-teman.
Lebih spesifik terhadap seseorang yang
selalu berada di sampingmu. In every situation.
Aku tahu itu rasanya sangat
membahagiakan, bukan?
Aku tahu saat ini belum waktunya untuk
aku membicarakan hal tersebut.
Tapi aku ingin menceritakan tentang
seseorang yang pernah membuatku sebahagia itu, Namun pada akhirnya aku terpaksa
melepaskannya karena aku telah menyia-nyiakannya.
Aku tahu ini salahku, ya aku tahu aku
belum benar mencintai diriku sendiri apalagi orang lain.
Tapi itu sakit, sungguh sakit sekali.
Mungkin dari sana aku belajar, bahkan
banyak pelajaran yang ku ambil dari kejadian tersebut.
Aku menyesal dan menginginkannya
kembali.
Itu hal yang sangat absurd dan aku tak
percaya bahwa aku mengalaminya sendiri.
Tapi tidak, aku harus berfikir secara
rasional.
Aku pernah mendengar satu kalimat.
Jika kamu melihat seseorang yang kamu
cintai itu bahagia, maka kamu ikut bahagia juga.
Aku tak percaya dengan kalimat tersebut.
Tapi aku sedikit percaya dengan kalimat
tersebut
Apakah kamu senang melihat seseorang
yang kamu cintai bahagia bersama orang lain?
Mungkin iya, mungkin juga tidak.
Jika iya, kamu gagal dalam
membahagiakannya.
Dan jika tidak, kamu gagal dalam proses
pendewasaanmu.
Aku tahu semua ini salahku.
Tapi kenangan hanyalah kenangan, aku
harus tetap berjalan melanjutkan hidupku sambil menggenggam puing-puing
kenangan yang sudah hancur namun masih lengkap.
Namun pada akhirnya aku hanya tersenyum
dan berkata.
Terima kasih atas pelajaran yang kau
berikan, kau bisa mengubah hidupku,





























