Apakah kamu tahu bahwa tangan akan menunjukkan perasaanmu?
Bukan, ini bukan tentang kekerasan, melainkan tentang hati yang berbicara melalui tangan
Selayaknya manusia yang memiliki rasa egois, bahagia, sedih, marah dan lain sebagainya, secara langsung atau tidak langsung kita akan menunjukkannya, meskipun itu bukan dari perkataan.
Dari sudut pandang selain tangan, seseorang akan mengetahui perasaanmu
Ketika kamu sedang sedih, seseorang akan mengetahui perasaanmu setelah ia melihat dari sorot matamu.
Ketika kamu sedang gembira, seseorang akan mengetahui perasaanmu setelah ia melihat dari garis lengkung yang kamu tunjukkan dari bibirmu.
Ketika kamu sedang marah, seseorang akan mengetahui perasaanmu setelah ia melihat air mukamu yang berubah menjadi merah padam.
Ketika kamu sedang kecewa, seseorang akan mengetahui perasaanmu setelah ia melihat wajahmu yang tertekuk.
Lalu beralih menuju tangan, anggota tubuhmu akan berkata jujur dengan apa yang kamu rasakan, terutama ketika kamu sedang memainkan alat musik.
Ketika kamu sedang sedih, kamu akan memainkan tanganmu di atas tuts piano dengan perasaan lirih, terhanyut dengan nada yang dimainkan, melambat....melambat dan akhirnya kamu sadar bahwa satu tetes air matamu terjatuh dari pelupuk matamu.
Ketika kamu sedang senang, kamu akan memainkan tanganmu di atas tuts piano dengan perasaan gembira, seakan kamu sedang menari-nari dengan jarimu, sangat menikmati.
Ketika kamu sedang marah, kamu akan memainkan tanganmu di atas tuts piano dengan perasaan yang menggebu-gebu, penuh dengan amarah, bermain dengan nada sekeras mungkin atau sekencang mungkin dan ketika kamu selesai memainkannya, nafasmu sudah tak beraturan.
Ketika kamu sedang kecewa, kamu akan memainkan tanganmu di atas tuts piano dengan perasaan sedih dan amarah yang mencampur aduk, kamu kecewa dan pada akhirnya kamu akan menangis juga.
Jadi apa inti dari semua ini?
Intinya adalah sadar atau tidak, kamu tidak bisa memendam perasaan yang kamu rasakan, kamu akan menunjukkan semua perasaan itu entah bagaimana caranya.