Monday, 21 May 2012

Leave and Forget

I'm in a good mood to write something from my deepest.

"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh mulai dari kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian"

It's not purely made by myself. Tapi ini kutipan dari sebuah buku non-fiksi - komedinya Raditya Dika. Di salah satu bukunya yang berjudul Marmut Merah Jambu halaman 15 paragraf terakhir.

Pas baca ini, tiba-tiba hatiku bener-bener terenyuh, paragraf tadi bener-bener ngegambarin keadaan aku saat ini. Disaat aku mulai menjauh dan harapanpun ikut menjauh, aku hanya bisa berdoa semoga dia bahagia bersama yang lain. Meskipun saat ini aku tahu bahwa dia belum ada yang memiliki.

Setidaknya kami masih berteman baik. It's priceless :)

source: 9GAG.com

Wednesday, 2 May 2012

Be Yourself But More Mature

Sebenarnya ini catatan pribadiku, aku membuatnya pada tanggal 30 Maret 2012, tapi ini akan sangat tidak berguna jika aku menyimpannya untuk diriku sendiri, jadi lebih baik aku berbagi bukan? Semoga bisa menginspirasi bagi siapapun yang membacanya.

Aku akan menceritakan segenggam kisah yang menurutku ini adalah aibku, mengapa aku menceritakan aibku? Karena inilah bentuk perubahanku. Aku ingin menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. 
It's pure made by myself :)

Terkadang, jika tak ada cambuk yang menghantam. Kita tak akan pernah tahu apakah kita itu salah atau benar.
Mungkin hal tersebut yang aku alami, ini tentang sifatku.
Sewaktu SMP aku yakin orang menilaiku bahwa aku orang yang urakan, jarang belajar,  ataupun berbicara seenaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Lalu aku juga menjadi pribadi yang kurang peka terhadap apa-apa yang ada di sekitarku.
Aku juga senang membicarakan orang lain tanpa mensensor kejelekan-kejelekannya yang aku pribadi tidak menyukainya.
Aku juga tidak pernah memikirkan tentang opini teman-temanku mengenai aku.

Aku tidak pernah menyadari hal-hal buruk tentang diriku sebelum aku bertemu dengan teman-teman SMAku.
Aku melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
Aku tahu, ternyata ada orang yang tidak menyukaiku.
Dia selalu terlihat sensitif ketika aku berada di dekatnya.
Lalu aku merasakan hal tersebut dan bertanya, sebenarnya apa salahku?

Lalu aku mematutkan diri di depan kaca, apa ada yang aneh denganku?
Ternyata tidak, aku hanya lupa dengan dua kata, intropeksi dan evaluasi diri.
Aku memikirkan tentang sikapku di sekolah dan aku gelisah serta bergidik.
Ternyata aku lebih buruk dari apa yang aku fikirkan.

Dari situ aku mendapatkan satu hal yang amat berguna untuk hidupku.
Tidak semua orang menyukai sikapmu dan kamu harus beradaptasi.
Tapi dari situ aku bertanya, apakah aku tak lagi menjadi diriku sendiri?
Jawabannya adalah, kau tetap menjadi diri sendiri namun berfikiran lebih dewasa dan peka.

Aku bertekad untuk berubah meskipun perlahan-lahan, dan sesuai dengan apa yang aku katakan bahwa semuanya membutuhkan proses.
Aku mempunyai prinsip baru dalam hidupku, dan aku mulai untuk menerapkannya.
Yaitu, jangan membicarakan keburukan orang lain bila kamu tak ingin dibicarakan tentang keburukanmu juga.
Lama kelamaan aku akan terbiasa dengan aku yang lebih dewasa.

Tuesday, 1 May 2012

Well It's Done!

Starting with Bismillah and Alhamdulillah....
Yeay akhirnya drama selesai juga, sukses!!
drama ini menyisakan tawa+haru, intinya bahagia :D
Setelah drama, gak ada kata "Hey latihan yuk" "Hey, kerjain properti yuk" "Hey sisi aku pulang duluan ya soalnya aku ada les" and many more.
Terharu, kayak anak yang lagi punya bisul, namun bisul itu mateng dan pecah. Lega :')))))))
Semua ini gak bakal berhasil tanpa bantuan dari semua pihak, entah itu kru atau pemain.
Makasih....makasih...makasih :'))))
Tenang, gak bakal ada marah-marah karena scene diulang-ulang atau males latihan....
Tapi mungkin suatu hari nanti, kita bakal kangen saat-saat seperti ini, saat-saat pulang sore, saat-saat baju, tangan kena cat akibat properti, saat-saat semua tentang drama :)
Maka dari itu kita harus mengabadikannya meskipun kita semua tidak lengkap karena 1 teman kita tidak sekolah, and here it's!!

David, he's the main character. The one who changed the danger world to safe world!


 And they are!!

Cast (Anna, David, Dinia, King or Teacher, Warrior and Datuk Maringgih)

Cast (Dwarf, Dinia's assistant, King's Bodyguard, The Red Scarf, Warrior and Wolf/Conan)

Cast (Siti Nurbaya, Kaito Kid, Narrator, Snow White, Warrior and Dwarf)


Such a funny moment :P
Our stuffs :D


Don't forget with the crew ya :P (Director, Script-writer and Cameraman)
It's like devil and angel :O
and see the second one :D
LOL =D
and it's like family photo on their wall house-_-



Jungle School(?) without Aida :P

The holders of curtain yeay!! Not all of them exactly.

 And finally.........................................................................





Finally finally finally hellyeah we did it!!!!!

I never guess that huh hah huh....
With grateful and gladness.... Syifa Fauzia :D