Monday, 21 May 2012

Leave and Forget

I'm in a good mood to write something from my deepest.

"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh mulai dari kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian"

It's not purely made by myself. Tapi ini kutipan dari sebuah buku non-fiksi - komedinya Raditya Dika. Di salah satu bukunya yang berjudul Marmut Merah Jambu halaman 15 paragraf terakhir.

Pas baca ini, tiba-tiba hatiku bener-bener terenyuh, paragraf tadi bener-bener ngegambarin keadaan aku saat ini. Disaat aku mulai menjauh dan harapanpun ikut menjauh, aku hanya bisa berdoa semoga dia bahagia bersama yang lain. Meskipun saat ini aku tahu bahwa dia belum ada yang memiliki.

Setidaknya kami masih berteman baik. It's priceless :)

source: 9GAG.com

No comments:

Post a Comment