Sebenarnya ini catatan pribadiku, aku membuatnya pada tanggal 30 Maret 2012, tapi ini akan sangat tidak berguna jika aku menyimpannya untuk diriku sendiri, jadi lebih baik aku berbagi bukan? Semoga bisa menginspirasi bagi siapapun yang membacanya.
Aku akan menceritakan segenggam kisah yang menurutku ini adalah aibku, mengapa aku menceritakan aibku? Karena inilah bentuk perubahanku. Aku ingin menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
It's pure made by myself :)
Terkadang, jika tak ada cambuk yang menghantam. Kita tak akan
pernah tahu apakah kita itu salah atau benar.
Mungkin hal tersebut yang aku alami, ini tentang sifatku.
Sewaktu SMP aku yakin orang menilaiku bahwa aku orang yang urakan,
jarang belajar, ataupun berbicara
seenaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Lalu aku juga menjadi pribadi yang kurang peka terhadap apa-apa yang
ada di sekitarku.
Aku juga senang membicarakan orang lain tanpa mensensor
kejelekan-kejelekannya yang aku pribadi tidak menyukainya.
Aku juga tidak pernah memikirkan tentang opini teman-temanku
mengenai aku.
Aku tidak pernah menyadari hal-hal buruk tentang diriku sebelum
aku bertemu dengan teman-teman SMAku.
Aku melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan beradaptasi
dengan lingkungan sekolah yang baru.
Aku tahu, ternyata ada orang yang tidak menyukaiku.
Dia selalu terlihat sensitif ketika aku berada di dekatnya.
Lalu aku merasakan hal tersebut dan bertanya, sebenarnya apa
salahku?
Lalu aku mematutkan diri di depan kaca, apa ada yang aneh
denganku?
Ternyata tidak, aku hanya lupa dengan dua kata, intropeksi dan
evaluasi diri.
Aku memikirkan tentang sikapku di sekolah dan aku gelisah serta
bergidik.
Ternyata aku lebih buruk dari apa yang aku fikirkan.
Dari situ aku mendapatkan satu hal yang amat berguna untuk
hidupku.
Tidak semua orang menyukai sikapmu dan kamu harus beradaptasi.
Tapi dari situ aku bertanya, apakah aku tak lagi menjadi diriku
sendiri?
Jawabannya adalah, kau tetap menjadi diri sendiri namun berfikiran
lebih dewasa dan peka.
Aku bertekad untuk berubah meskipun perlahan-lahan, dan sesuai
dengan apa yang aku katakan bahwa semuanya membutuhkan proses.
Aku mempunyai prinsip baru dalam hidupku, dan aku mulai untuk
menerapkannya.
Yaitu, jangan membicarakan keburukan orang lain bila kamu tak
ingin dibicarakan tentang keburukanmu juga.
Lama kelamaan aku akan terbiasa dengan aku yang lebih dewasa.
No comments:
Post a Comment