Wednesday, 13 March 2013

Only Little Thing from Big Thing



After long time I didn’t write anything on this blog. Finally I have a little time for writing! Sebenernya ga sibuk-sibuk banget, tapi ga ada inspirasi.

This is my last year in senior high school, why time flies faster, 2 years aren’t enough honestly...

Kelas 12 yang benar-benar disibukkan dengan ujian praktek, try out, ujian sekolah dan yang terakhir ujian nasional.  Whops don’t forget about the result of SNMPTN May 28 later. Keep on your optimistic!

I ever predict that this whole year would be so interesting to end something then start of something new. 

But I hate all kind of farewell...

Those or many memories have been written without any permission. From little things to big things, from happiness to sadness, a fight too.

Masa-masa SMA emang ga ada duanya! I only have 3 months left for staying here.

“Ketika kamu lihat tugas pasti kamu pengen cepet-cepet keluar sekolah, tapi kalo udah liat suasana sekolah pasti kamu ga mau cepet-cepet keluar sekolah” – Bu Enung, guru Agama.

Saya sendiri pun gak yakin apa cuma saya sendiri atau orang lain  yang berpendapat bahwa “pergi ke sekolah tanpa belajar itu hal yang paling menyenangkan”

Those funniest things: nyanyi lagunya Aj Rafael yg She Was Mine tanpa kita tahu tempo liriknya segimana, asal nyanyi lalalala pun udh bikin ketawa ngakak, lalu masa-masa dimana udah mulai nyarter kaka kelas. Just for fun hahahaha lalu ada yang ga bisa move on, galau masalah hati atau galau masalah nilai bahkan galau SNMPTN. Tp jujur saya sangat menikmati masa-masa ini.

Kita semua harus sukses teman-teman XII IPA CI!!!

I don’t know what I just wrote, but because I have nothing to do *padahal hari Senin udah US* jadilah tercipta karya yang seperti ini, meskipun ini hanya sebagian kecil dari sebagian banyak yang saya tulis.


You guys are totally awesome!

Wednesday, 20 June 2012

Part Time, Half Time

Dear game online....
Thanks a lot for made my life brighter and colorful
I'm so addicted but I'm still be the same
It seemed like I'm the luckiest to met both of you
I spent half time with you
It doesn't matter when I broke my keyboard
It doesn't matter when I spent much time to full up my mission
You always there when I have nobody to talk about
Because you know?
I feel so lonely.
Ayodance Avatar "Grafenita"

I'm win!

The Sims Social Avatar "Geolafanze"
My sim home overview 

Thanks for being my friend :)

Saturday, 16 June 2012

The Most Honest

Apakah kamu tahu bahwa tangan akan menunjukkan perasaanmu?
Bukan, ini bukan tentang kekerasan, melainkan tentang hati yang berbicara melalui tangan
Selayaknya manusia yang memiliki rasa egois, bahagia, sedih, marah dan lain sebagainya, secara langsung atau tidak langsung kita akan menunjukkannya, meskipun itu bukan dari perkataan.

Dari sudut pandang selain tangan, seseorang akan mengetahui perasaanmu
Ketika kamu sedang sedih, seseorang akan mengetahui perasaanmu setelah ia melihat dari sorot matamu.
Ketika kamu sedang gembira, seseorang akan mengetahui perasaanmu setelah ia melihat dari garis lengkung yang kamu tunjukkan dari bibirmu.
Ketika kamu sedang marah, seseorang akan mengetahui perasaanmu setelah ia melihat air mukamu yang berubah menjadi merah padam.
Ketika kamu sedang kecewa, seseorang akan mengetahui perasaanmu setelah ia melihat wajahmu yang tertekuk.

Lalu beralih menuju tangan, anggota tubuhmu akan berkata jujur dengan apa yang kamu rasakan, terutama ketika kamu sedang memainkan alat musik.
Ketika kamu sedang sedih, kamu akan memainkan tanganmu di atas tuts piano dengan perasaan lirih, terhanyut dengan nada yang dimainkan, melambat....melambat dan akhirnya kamu sadar bahwa satu tetes air matamu terjatuh dari pelupuk matamu.
Ketika kamu sedang senang, kamu akan memainkan tanganmu di atas tuts piano dengan perasaan gembira, seakan kamu sedang menari-nari dengan jarimu, sangat menikmati.
Ketika kamu sedang marah, kamu akan memainkan tanganmu di atas tuts piano dengan perasaan yang menggebu-gebu, penuh dengan amarah, bermain dengan nada sekeras mungkin atau sekencang mungkin dan ketika kamu selesai memainkannya, nafasmu sudah tak beraturan.
Ketika kamu sedang kecewa, kamu akan memainkan tanganmu di atas tuts piano dengan perasaan sedih dan amarah yang mencampur aduk, kamu kecewa dan pada akhirnya kamu akan menangis juga.

Jadi apa inti dari semua ini?
Intinya adalah sadar atau tidak, kamu tidak bisa memendam perasaan yang kamu rasakan, kamu akan menunjukkan semua perasaan itu entah bagaimana caranya.


Friday, 1 June 2012

Way To Express Your Feelings

Guru Bahasa Indonesiaku pernah berkata bahwa jika kamu sedang sedih maka kamu dapat membuat berpuluh-puluh puisi, sedangkan jika kamu sedang senang terkadang satu puisi pun tak terselesaikan.

Mungkin aku setuju dengan apa yang beliau katakan, mungkin juga tidak karena ketika sedang bahagia, aku bisa membuat puisi tentang kebahagiaan meskipun tak sebagus jika aku sedang sedih.
Jika aku sedang sedih, aku hanya dapat membuat satu puisi, namun puisi tersebut mengungkapkan apa yang aku rasakan. Sehingga seluruh kesedihanku aku tumpahkan pada puisi tersebut. Dan jika aku selesai membuatnya, setidaknya tujuh puluh persen dari kesedihan yang aku rasakan bisa terangkat. Itu hal yang paling efektif ketika kamu tidak bisa mengungkapkan secara langsung apa yang kamu rasakan, meskipun tidak sebanding dengan mengungkapkan secara langsung.

Jujur saja, aku lebih suka mengungkapkannya lewat tulisan karena aku bisa menuliskan apapun yang aku rasakan, entah itu kasar ataupun halus. Dan ingat, hal yang paling menyakitkanmu adalah ketika kamu tidak bisa mengungkapkan apa yang kamu rasakan. Kamu harus menyimpannya sampai kamu menyadari bahwa kamu telah mati rasa karena perbuatanmu sendiri.

Kenapa hal tersebut menjadi sangat menyakitkan?
Karena disaat kamu sedang sedih atau senang, setidaknya kamu mengungkapkan apa yang kamu rasakan, entah itu melalui curahan hati atau tulisan. Terutama jika kamu sedang sedih, kamu harus mengungkapkannya karena jika tidak, itu akan membuat dadamu sesak dan tenggorokanmu tersendat.

Ada satu hal efektif untuk mengungkapkan kesedihanmu, yaitu dengan menangis. Menangislah selama kamu bisa, karena itu dapat mengangkat bebanmu, menangislah selama kamu bisa, karena air mata dapat membersihkan pupil matamu, menangislah selama kamu bisa karena dengan menangis kamu belajar untuk tidak melakukan hal bodoh untuk kesekian kalinya.

Monday, 21 May 2012

Leave and Forget

I'm in a good mood to write something from my deepest.

"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh mulai dari kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian"

It's not purely made by myself. Tapi ini kutipan dari sebuah buku non-fiksi - komedinya Raditya Dika. Di salah satu bukunya yang berjudul Marmut Merah Jambu halaman 15 paragraf terakhir.

Pas baca ini, tiba-tiba hatiku bener-bener terenyuh, paragraf tadi bener-bener ngegambarin keadaan aku saat ini. Disaat aku mulai menjauh dan harapanpun ikut menjauh, aku hanya bisa berdoa semoga dia bahagia bersama yang lain. Meskipun saat ini aku tahu bahwa dia belum ada yang memiliki.

Setidaknya kami masih berteman baik. It's priceless :)

source: 9GAG.com

Wednesday, 2 May 2012

Be Yourself But More Mature

Sebenarnya ini catatan pribadiku, aku membuatnya pada tanggal 30 Maret 2012, tapi ini akan sangat tidak berguna jika aku menyimpannya untuk diriku sendiri, jadi lebih baik aku berbagi bukan? Semoga bisa menginspirasi bagi siapapun yang membacanya.

Aku akan menceritakan segenggam kisah yang menurutku ini adalah aibku, mengapa aku menceritakan aibku? Karena inilah bentuk perubahanku. Aku ingin menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. 
It's pure made by myself :)

Terkadang, jika tak ada cambuk yang menghantam. Kita tak akan pernah tahu apakah kita itu salah atau benar.
Mungkin hal tersebut yang aku alami, ini tentang sifatku.
Sewaktu SMP aku yakin orang menilaiku bahwa aku orang yang urakan, jarang belajar,  ataupun berbicara seenaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Lalu aku juga menjadi pribadi yang kurang peka terhadap apa-apa yang ada di sekitarku.
Aku juga senang membicarakan orang lain tanpa mensensor kejelekan-kejelekannya yang aku pribadi tidak menyukainya.
Aku juga tidak pernah memikirkan tentang opini teman-temanku mengenai aku.

Aku tidak pernah menyadari hal-hal buruk tentang diriku sebelum aku bertemu dengan teman-teman SMAku.
Aku melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
Aku tahu, ternyata ada orang yang tidak menyukaiku.
Dia selalu terlihat sensitif ketika aku berada di dekatnya.
Lalu aku merasakan hal tersebut dan bertanya, sebenarnya apa salahku?

Lalu aku mematutkan diri di depan kaca, apa ada yang aneh denganku?
Ternyata tidak, aku hanya lupa dengan dua kata, intropeksi dan evaluasi diri.
Aku memikirkan tentang sikapku di sekolah dan aku gelisah serta bergidik.
Ternyata aku lebih buruk dari apa yang aku fikirkan.

Dari situ aku mendapatkan satu hal yang amat berguna untuk hidupku.
Tidak semua orang menyukai sikapmu dan kamu harus beradaptasi.
Tapi dari situ aku bertanya, apakah aku tak lagi menjadi diriku sendiri?
Jawabannya adalah, kau tetap menjadi diri sendiri namun berfikiran lebih dewasa dan peka.

Aku bertekad untuk berubah meskipun perlahan-lahan, dan sesuai dengan apa yang aku katakan bahwa semuanya membutuhkan proses.
Aku mempunyai prinsip baru dalam hidupku, dan aku mulai untuk menerapkannya.
Yaitu, jangan membicarakan keburukan orang lain bila kamu tak ingin dibicarakan tentang keburukanmu juga.
Lama kelamaan aku akan terbiasa dengan aku yang lebih dewasa.

Tuesday, 1 May 2012

Well It's Done!

Starting with Bismillah and Alhamdulillah....
Yeay akhirnya drama selesai juga, sukses!!
drama ini menyisakan tawa+haru, intinya bahagia :D
Setelah drama, gak ada kata "Hey latihan yuk" "Hey, kerjain properti yuk" "Hey sisi aku pulang duluan ya soalnya aku ada les" and many more.
Terharu, kayak anak yang lagi punya bisul, namun bisul itu mateng dan pecah. Lega :')))))))
Semua ini gak bakal berhasil tanpa bantuan dari semua pihak, entah itu kru atau pemain.
Makasih....makasih...makasih :'))))
Tenang, gak bakal ada marah-marah karena scene diulang-ulang atau males latihan....
Tapi mungkin suatu hari nanti, kita bakal kangen saat-saat seperti ini, saat-saat pulang sore, saat-saat baju, tangan kena cat akibat properti, saat-saat semua tentang drama :)
Maka dari itu kita harus mengabadikannya meskipun kita semua tidak lengkap karena 1 teman kita tidak sekolah, and here it's!!

David, he's the main character. The one who changed the danger world to safe world!


 And they are!!

Cast (Anna, David, Dinia, King or Teacher, Warrior and Datuk Maringgih)

Cast (Dwarf, Dinia's assistant, King's Bodyguard, The Red Scarf, Warrior and Wolf/Conan)

Cast (Siti Nurbaya, Kaito Kid, Narrator, Snow White, Warrior and Dwarf)


Such a funny moment :P
Our stuffs :D


Don't forget with the crew ya :P (Director, Script-writer and Cameraman)
It's like devil and angel :O
and see the second one :D
LOL =D
and it's like family photo on their wall house-_-



Jungle School(?) without Aida :P

The holders of curtain yeay!! Not all of them exactly.

 And finally.........................................................................





Finally finally finally hellyeah we did it!!!!!

I never guess that huh hah huh....
With grateful and gladness.... Syifa Fauzia :D